GOLIPUT.ID ,Gorontalo Utara — Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, menghadiri acara Pencanangan Hari Amal Bhakti (HAB) Ke-80 Kementerian Agama RI Tahun 2025 yang digelar di Kantor Kemenag Gorontalo Utara, Jumat (12/12/2025). Kegiatan tersebut turut dihadiri Kakanwil Kemenag Provinsi Gorontalo, bersama jajaran perangkat daerah terkait.
Dalam sambutannya, Bupati Thariq menegaskan bahwa momentum HAB tahun ini menjadi “tema perjumpaan” antara Pemerintah Daerah dan jajaran Kementerian Agama. Ia menyebut secara ruhiyah dirinya masih menjadi bagian dari keluarga besar Kemenag, mengingat seluruh jenjang pendidikan tinggi yang ia tempuh berada di bawah naungan Kementerian Agama.
“Ini bukan perpindahan dari akademisi ke politisi, tetapi perluasan mandat. Dari universitas kecil menuju universitas yang lebih luas, yaitu masyarakat,” ungkapnya.
Bupati memaparkan sejumlah program kolaboratif yang telah berjalan, di antaranya:
PKS-MG (Penataan Kelembagaan & Semarak Masjid-Gereja) yang telah dituangkan dalam MoU antara Pemda dan Kemenag Gorut.
Program Mopomulo & Eko Teologi yang diterapkan di sejumlah sekolah dan madrasah, termasuk SMP di Mina–Jentuma yang meraih penghargaan Adiwiyata.
Program SKS (Surga Kasih Sayang) dan telah dikembangkan menjadi Sekolah SKS, Madrasah SKS, hingga konsep Gorontalo Utara Surga Kasih Sayang.
Bupati menilai kolaborasi Pemda–Kemenag sangat strategis untuk memperkuat pendidikan keagamaan, karakter, dan lingkungan spiritual masyarakat.
Di hadapan jajaran Kemenag, Bupati Thariq juga menyampaikan permohonan maaf atas beberapa kesempatan sebelumnya di mana ia tidak sempat menghadiri undangan resmi.
Ia mengungkapkan bahwa selama tiga tahun pertama menjabat, ia bekerja tanpa ajudan dan tanpa protokoler, sekaligus menangani berbagai peristiwa kemanusiaan, termasuk banjir besar yang melanda Gorontalo Utara sebanyak delapan kali selama 2021–2022.
“Energi banyak tersita untuk penanganan bencana. Saya harap tidak ada yang menilai saya tidak bersinergi, karena pada saat itu saya fokus membantu warga,” jelasnya.
Bupati mengajak Kakanwil Kemenag dan seluruh jajaran untuk memperkuat sinergi pada tiga agenda prioritas daerah:
- Gerakan Pemberantasan Buta Huruf Al-Qur’an.
- Gerakan Penyelamatan Anak dari Narkoba yang didukung Perda Larangan Narkoba.
- Pengembangan Gorontalo Utara sebagai Wisata Islami
Bupati menyebut Kemenag sebagai mitra strategis untuk mewujudkan pembangunan keagamaan dan sosial di Gorut
Mengakhiri sambutan, Bupati Thariq berharap Pencanangan HAB Ke-80 menjadi momentum memperkuat kerjasama antara Pemerintah Daerah dan Kementerian Agama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Semoga pertemuan ini membawa keberkahan bagi kita semua,” tutupnya.

.











