.
BeritaBogorDesa

Data Desa Presisi Penentu Arah Pembangunan Indonesia

×

Data Desa Presisi Penentu Arah Pembangunan Indonesia

Sebarkan artikel ini
Rapat Kerja pengurus Laboratorium DDP FEMA IPB. Sabtu, (18/4). Foto: istimewa
.

GOLIPUT.ID, Bogor — Akurasi data desa akan sangat menentukan arah pembangunan Indonesia ke depan. Karena itu, data yang digunakan dalam perencanaan tidak boleh berhenti pada angka-angka administratif, melainkan harus benar-benar merefleksikan kondisi ril masyarakat di lapangan.

Pandangan itu disampaikan Dekan Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB University, Prof. Sofyan Sjaf, saat memberikan sambutan pada Rapat Kerja Laboratorium Data Desa Presisi (DDP) di Ruang Seminar FEMA IPB University, Bogor, Sabtu, (18/4).

HUT 80 RI

Prof. Sofyan, yang juga penggagas Data Desa Presisi, mengatakan DDP lahir dari kegelisahan akademik terhadap lemahnya akurasi data formal yang selama ini kerap dijadikan dasar dalam perencanaan pembangunan desa. Menurut dia, banyak data publik di tingkat desa yang tidak sepenuhnya sejalan dengan kenyataan sosial di lapangan.

Karena itu, ia menekankan pentingnya pendekatan pendataan yang berbasis pembuktian empiris agar kebijakan pembangunan dapat disusun secara lebih tepat sasaran.

“DDP dibangun dari kerja empiris. Kami berkali-kali menemukan kenyataan bahwa data-data publik di level desa tidak mencerminkan fakta sesungguhnya. Hal ini tentu saja sangat berpengaruh terhadap kualitas pembangunan desa,” kata Prof. Sofyan.

Ia mengungkapkan, hingga saat ini Data Desa Presisi baru diterapkan di sekitar  lima ratusan desa di berbagai wilayah Indonesia. Angka itu, menurut dia, masih sangat kecil jika dibandingkan dengan tantangan nasional ke depan, terutama bila kebijakan Satu Data benar-benar diperkuat secara kelembagaan di tingkat nasional.

Jika hal itu terjadi, cakupan pendataan berpotensi menjangkau sekitar 84 ribu desa di seluruh Indonesia. Dalam konteks itu, Prof. Sofyan menilai DDP harus berkembang lebih jauh, bukan hanya dalam metode kerja tetapi juga dalam penguatan kelembagaan serta kapasitas sumber daya manusia.

Terkait:  Perkemahan Pramuka di Gorontalo Utara, Wujud Aktualisasi Nilai-Nilai Luhur ‎

“Jika itu menjadi keputusan politik, maka DDP harus melompat lebih progresif—baik dari sisi metode, kelembagaan, maupun kapasitas sumber daya manusia,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Laboratorium DDP FEMA IPB, Dr. Rajib Gandi,  menyebut inovasi Data Desa Presisi kini telah menjangkau 14 provinsi. Ia mencatat, proses pendataan sejauh ini telah mencakup 368.719 keluarga, 1.212.038 jiwa, dan menghasilkan lebih dari 155 juta atribut data.

Menurut Dr. Rajib, DDP bukan sekadar kegiatan pendataan, melainkan kerja besar yang melibatkan banyak unsur. Ia menyebut Laboratorium DDP berperan sebagai pusat gerakan Data Desa Presisi melalui kegiatan riset, inovasi, pengabdian, pengembangan, dan diseminasi data desa.

“Data Desa Presisi merupakan kegiatan padat karya yang melibatkan banyak pihak. Lab. DDP menjadi rumah bagi gerakan DDP melalui riset, inovasi, pengabdian, pengembangan, dan diseminasi data desa,” kata Rajib.

Melalui rapat kerja ini, Laboratorium Data Desa Presisi diharapkan mampu merumuskan program kerja yang lebih operasional sekaligus menegaskan posisi DDP sebagai fondasi strategis pembangunan desa yang berpijak pada realitas lapangan.

Diketahui, Raker Lab. Data Desa Presisi turut dihadiri langsung oleh Dekan FEMA IPB, Prof. Sofyan Sjaf, Dewan Pengarah, Prof. Megawati Simanjuntak (Wakil Dekan 1 FEMA IPB), Prof. Dodik Briawan (Wakil Dekan 1 FEMA IPB), Kepala Lab. DDP, Dr. Rajib Gandi serta jajaran pengurus Lab DDP tahun 2026.

.
.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *